Laman

Development is Freedom . . . . . . . Pembangunan Adalah Pembebasan

Sesungguhnya Sesudah Kesulitan Itu Ada Kemudahan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2014

Sungai Kita Adalah Sungai Dunia



























Sungai kita adalah sungai dunia
dapat dinikmati oleh siapapun, dari manapun dan kapanpun
oleh sebab itu mari kita jaga untuk semua orang dan untuk masa depan agar sungai Cideres ini tetap seperti kata mereka :
"Sungai ini airnya hangat....!
Mari jadikan tetap hangat dan bersahabat bagi siapapun yang ingin menikmatinya,,,,,

Sabtu, 22 Maret 2014

MELAWAN "MARGINALISASI AKSES thd AIR BERSIH"



Pembangunan infrastruktur selalu identik dengan pembangunan jalan, karena hampir 80% dana pembangunan digunakan untuk pembangunan jalan dibanding infrastruktur lainnya.

Begitupun kebutuhan masyarakat terhadap air bersih menjadi terabaikan, terutama di pedesaan, masyarakat harus berburu air bersih sendiri, mengerjakan sendiri dan bayar sendiri,, padahal Hak Atas Air adalah Hak Azasi, yang diatur juga UUD RI Pasal 33 Ayat 3.
Daripada "menunggu godot" dan menjadi bagian masyarakat yg dibelaskasihani, 
lebih baik proaktif melawan dan merebut salah satu hak yang menjadi sumber kehidupan ini,,, yakni AIR.
Girimadani Senter memfasilitasi ketersediaan air bersih bagi masyarakat dengan memanfaatkan sumber mata air yang ada, yaitu mata air Buah Jago,
200 KK masyarakat akhirnya akan mendapatkan akses terhadap air bersih,,, murah dan ramah lingkungan.
Pekerjaaan rumah selanjutnya adalah memelihara sumber mata air, agar tetap memberikan nafas bagi kehidupan secara lestari.

Let's go to green planning & green action,,,,

Selasa, 25 Februari 2014

WORKSHOP KLHS KAB. MAJALENGKA

Buah perjuangan bersama kawan-kawan komunitas lain (seperti JaF, Saung Eurih, Innovative Youth Community) pada FGD pertama ttg KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) di Bappeda Majalengka, akhirnya Isue Kearifan Lokal diakui sebagai salah satu indikator kajian RPJMD Kab. Majalengka, sebuah keberhasilan dan langkah kecil sebagai permulaan dari upaya besar lainnya untuk memperjuangkan agar lingkungan dan budaya tidak menjadi korban pembangunan (kemajuan).
Pada workshop kali ini, Girimadni Senter mengusulkan :
1. Penciptaan Livelyhood Alternatif (mata pencaharian alternatif) bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah yang memiliki kemiringan lahan tinggi, sbg upaya antisipasi pemanfaatan lahan yang beresiko longsor dan merusak habitat sekitarnya akibat pemanfaatan lahan sebagai implementasi program peningkatan kesejahteraan warga melalui kegiatan pertanian. Sehingga dengan adanya alternative matapencaharian tsb diharapkan warga sekitar tidak lagi memanfaatkan lahan dgn kemiringan tinggi namun tetap dapat meningkatkan kesejahteraan melalui matapencaharian alternatif.
2. Mendorong agar pemerintah bukan hanya memelihara "kearifan lokal yang ada di masyarakat" namun juga memfasilitasi tumbuhnya "kearifan lokal baru" melalui pelaksanaan pembangunan dengan lebih menggunakan pendekatan budaya untuk terjadi perubahan perilaku.

Sedangkan Komunitas Saung Eurih mengingatkan pemerintah agar KLHS yang disusun sebagai alat kajian RPJMD Kab. Majalengka bukan hanya dijadikan sebagai kamuflase atau hanya gugur tugas melaksanakan amanat undang-undang, namun harus pemerintah daerah berkomitmen untuk melaksanakan rekomendasi-rekomendasi atas hasil kajian KLHS ini.

Semoga hasil KLHS ini dapat dijadikan pedoman bagi semua pihak untuk mengawasi kebijakan, rencana dan program pembangunan agar berorientasi pada pembangunan yang lestari dan berkelanjutan. 

We wish to go to green-policy, green-planning, green-program,,,,

Jumat, 01 November 2013

GO GREEN-MADANI


GO GREEN-MADANI
Mencintai Alam Hari Ini, Disayangi Alam Selamanya.
Gerakan cinta alam dan masa depan ini InsyaAllah akan diluncurkan di awal tahun kebangkitan 1435 H.....
Let's Go Think Green because Green is Peace. 

Gerakan ini dimulai dari gerakan penyadaran untuk menanam, memelihara dan mencintai pohon di lingkungan dan lahan kritis serta hutan lindung, menjaga hutan lindung dari perusakan yang sering mengatasnamakan kepentingan kekuasaan.
Sebab hanya ketika pohon tegak berdirilah kehidupan selanjutnya akan aman, nyaman dan damai, sebab udara bersih, tidak kekurangan air, dan melawan global-warming.

Sabtu, 03 November 2012

MODAL NARSIS, BERBUAH MANIEZZZZ,,,!




MODAL NARSIS, BERBUAH MANIEZZZZ,,,!
(750 ribu, tiba-tiba  menjadi 71 Juta,  berkat Gebyar Pelangi)


Berawal dari keraguan merealisasikan pemberian santunan yang berasal dari keuntungan usaha produktif  penggemukan domba KSM Sosial As-Salam kepada lansia-miskin (jompo) dan siswa-siswi SD yang berasal dari keluarga miskin, malah tercetus rencana yang bombastis jauh melebihi kondisi real yang ada. 
Padahal, kondisi real KSM As-Salam LKM Madani Mekar Desa Kulur Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka pada akhir bulan Agustus sebenarnya hanya memiliki dana hasil usaha penggemukan domba sebesar Rp.750.000,- sebagai keuntungan dari usaha produktif penggemukan 4 (empat) ekor domba yang dikelola dengan cara bagi hasil antara KSM As-Salam dengan peternak, dimana modal awal dana kegiatan sosial yang diterima dari LKM Madani Mekar pada awal tahun 2011 sebesar Rp.2.500.000,-  
Terinspirasi zakat fitrah pada saat menjelang Idul Fitri, rencana memberikan santunan semakin menggebu, tapi uang Rp. 750.000,- cukup buat menyantuni berapa orang? Haruskah ditunda setahun lagi biar cukup untuk lebih banyak orang? Tapi bukankah dana sosial ini haknya kaum dhuafa yang menunggu hasil keuntungan usaha ekonomi produktif yang dikelola KSM As-Salam? Adilkah bila harus ditunda setahun lagi padahal persoalan kaum dhuafa itu setiap hari? Dholimkah bila atas nama keinginan untuk memberi lebih banyak sengaja menunda dulu pemberian alakadarnya yang seharusnya diterima kaum dhuafa hari ini?  Pertanyaan-pertanyaan kritis itulah yang membuat KSM dan LKM semakin gelisah, mau melangkah tapi penuh keterbatasan, mau diam juga salah karena merasa telah mendholimi kaum dhuafa,,,
Ketika kegelisahan tersebut di-share kepada salah seorang masyarakat yang dikenal agak narsis namun selalu berpikir positif dan optimis, kegelisahan tersebut malah dijadikannya alat untuk memotivasi KSM dan LKM, dengan memberikan dua pilihan sikap, “mau menjadi orang atau lembaga yang dholim pada kaum dhuafa atau mau jadi penolong kaum dhuafa?, bila mau jadi penolong kaum dhuafa mari kita jadikan uang yang hanya 750 ribu itu sebagai modal untuk merealisasikan rencana, tidak perlu menunggu menjadi lebih banyak terlebih dahulu, apalagi sampai setahun, sebab konsep dasarnya adalah kita harus memberi, bukan memberi dalam jumlah banyak”. Berkat statemen sederhana itu akhirnya terbukalah pikiran anggota KSM As-Salam dan LKM Madani Mekar yang tadinya gelisah tersebut, dan tercetuslah rencana pemberian santunan pada moment Hari Penanggulangan Kemiskinan (17 Oktober) atau pada Hari Raya Idul Adha yang kebetulan waktunya hanya terpaut seminggu. 
Tekad beberapa orang tersebut semakin dibulatkan menjadi tekad LKM secara kelembagaan, kemudian semakin kuat lagi tekad itu setelah mendapatkan dukungan pemerintah desa, maka kemudian atas kesepakatan bersama diputuskan untuk membentuk panitia pada tanggal 11 September 2012. Kemudian panitia terbentuk dan rencana pun dimatangkan, hasilnya adalah Gebyar Sosial akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2012, dengan tema “Gebyar Sosial Pelangi Peduli” dan sub-tema “Indahnya Kebersamaan Membangun Masyarakat Madani Bersama PNPM Mandiri Perkotaan”, dibikinlah skenario bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyongsong Hari Penanggulangan Kemiskinan Tanggal 17 Oktober 2012 dengan tujuan membangun kepedulian kepada warga miskin, serta disusun pula target pemberian santunan kepada warga jompo dan siswa miskin masing-masing sebanyak 100 orang, pemberian bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi 5 (lima) PAUD, bantuan kepada KSM Sosial dan Ekonomi produktif masing-masing 2 kelompok, perbaikan rumah tidak layak huni 2 unit, dan pembangunan jalan pertanian yang menghubungkan lahan pertanian dengan permukiman sepanjang 800 meter, setelah dihitung ternyata seluruh rencana tersebut membutuhkan anggaran sebesar 129 juta rupiah lebih, wow,,, dengan uang di tangan hanya 750 ribu rupiah (0,58%), rencana yang disusun sedemikian bombastis, mampukah panitia mengumpulkan uang sebanyak 128 juta lebih dalam waktu 3 minggu?  
Lagi-lagi sikap narsis, positif-thinking dan optimislah yang membesarkan hati dan menguatkan tekad panitia untuk mewujudkan rencana tersebut. Sebab ketiga sikap itu ternyata dapat membuka mata-hati, sehingga terlihatlah bahwa banyak pula masyaralat Kulur yang memiliki harta berlebih, ada pula yang memiliki perusahaan/industri rumahtangga, demikian pula potensi-potensi sumberdana yang ada di sekitar desa dan di ibukota kabupaten seperti bank, BUMN dan BUMD, perusahaan-perusahaan swasta serta dermawan-dermawan perorangan, dan itu semua adalah potensi sumberdana dan sumberdaya yang dapat dijadikan sumber pendanaan kegiatan gebyar sosial ini.
Demi terlaksananya acara gebyar sosial dan demi tercapainya niat memberi kepada warga miskin, setiap anggota panitia akhirnya mengambil peran sebagai pencari dana dari swadaya/donatur maupun sponsor dengan penuh semangat dan ikhlas, dari pintu satu ke pintu lain, dari perusahaan satu ke perusahaan lain, dari dinas satu ke dinas lainnya, semua diketuk kepeduliannya untuk menjadi donatur dan sponsor penyelenggaraan acara gebyar sosial ini, hasilnya luarbiasa, dalam waktu seminggu terkumpul dana swadaya kurang-lebih 5 juta rupiah, menambah semangat panitia dalam penggalangan dana, saking narsisnya rencana pun dinaikkan levelnya, sehingga disusunlah rencana susulan yaitu menambah susunan acara pada hari H sehingga selain pembagian santunan ditambah pula dengan pentas seni tradisional yang hampir punah (seni Genjring, Gaok dan Sampyong) serta melibatkan 2 SD dan 5 PAUD serta Karang Taruna untuk mengisi acara siang dan malam hari H dengan pentas seni, dan pada H-1 akan diisi acara lomba mewarnai anak-anak PAUD. 
Kurang gebyar? Panitia merencanakan pula pameran produk KSM binaan LKM PNPM Mandiri Perkotaan se Kab. Majalengka dan binaan sponsor-sponsor (bank bjb, BRI, Perhutani dan Dealer Yamaha). Biar lebih gebyar dan berdaya-jual tinggi, panitia pun mengundang Dede Yusuf sebagai Ketua TKPKD Propinsi Jawa Barat yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat. 
Usaha penggalangan dana terus dilakukan dengan semakin semangat, kordinasi dilakukan ke berbagai level aparat  pemerintah daerah, dari mulai Camat sampai pada level Bupati. Disinilah sikap narsis, positif thinking dan optimisme panitia diuji dengan sangat hebat, ternyata rencana panitia menghadirkan Dede Yusuf tidak disukai jajaran pemerintah daerah, sehingga dengan berbagai cara dan alasan yang dibuat-buat (dipolitisasi) mereka mencoba menggagalkan rencana panitia, ada yang melemahkan panitia dengan mengatakan bukan level LKM mengundang Wakil Gubernur, ada pula yang mengancam membubarkan acara ini karena dikategorikan kampanye illegal, ada juga yang berusaha membubarkan panitia dengan cara melarang kepala desa menjadi pelindung kegiatan dalam kepanitiaan, ada pula yang jelas-telas melarang kegiatan ini sebelum ada surat resmi dari Wakil Gubernur,,, luar biasa.
Maka demi kelancaran penyelenggaraan acara, 3 hari menjelang hari H panitia mengalah dengan merubah jadwal kegiatan, yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober diundur menjadi tanggal 13 Oktober, dengan tujuan meningkatkan sosialisasi dan koordinasi serta memenuhi persaratan birokratis yang masih dianggap kurang oleh jajaran pemerintah daerah.


Namun ujian kepada panitia itu tidak berhenti sampai disitu, bahkan sampai dengan H-1, ketika lomba-lomba sudah dimulai dan tenda-tenda sudah didirikan, serta barang-barang untuk santunan sedang dikemas, Camat, Kepala Dinas BMCK yang menjadi leading sektor PNPM dan Sekpim Bupati masih mempersoalkan legalitas kegiatan gebyar sosial yang akan berlangsung ini dengan alasan tidak ada surat pemberitahuan baik dari panitia maupun dari Wakil Gubernur tentang rencana kehadirannya, tidak ada undangan resmi, bahkan mereka mengatakan tidak pernah mendengar rencana kegiatan ini sebelumnya, padahal sejak akhir September panitia sudah berkoordinasi dengan Kasatker, Bappeda dan Wakil Bupati yang difasilitasi oleh Korkot PNPM.
Semua halangan tadi akhirnya malah membuat tekad panitia semakin kuat untuk merealisasikan kegiatan gebyar sosial ini dengan didukung atau tidak didukung oleh pemda, panitia kemudian malah bersikap “dukungan itu menjadi tidak penting, karena yang penting adalah bisa memberi kepada kaum dhuafa walaupun tidak dihadiri para pejabat kabupaten dan kecamatan sekalipun, atau bahkan walaupun esok acara gebyar sosial itu dipermasalahkan atau dibubarkan karena dianggap mengumpulkan massa tanpa ijin, panitia tidak peduli dan siap menanggung resikonya”.

Akhirnya, kegiatan Gebyar Sosial Pelangi Peduli yang digagas LKM Madani Mekar Desa Kulur Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka terselenggara pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2012, perjalanan persiapan yang cukup melelahkan dan penuh tantangan pun seakan hilang tidak berbekas, ketika melihat massa yang hadir di alun-alun Desa Kulur begitu padat, dari 250 orang yang diundang malah sekitar seribu orang menghadiri acara ini, sangat membanggakan karena karena beberapa target tercapai bahkan terlampaui, pemberian santunan kepada lansia yang awalnya direncanakan bagi 100 orang terealisasi bagi 105 orang jompo, bantuan peralatan belajar bagi siswa miskin teralisasi bagi 106 orang melebihi target awal yang hanya 100 orang, panitia pun dapat merealisasikan bantuan dana untuk pengadaan Alat Permainan Edukatif bagi 5 PAUD serta bantuan dana pembinaan bagi 3 kesenian tradisional dan kesenian binaan Karang Taruna, serta dapat memberikan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi yang mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh panitia. Lebih dari itu, rencana pemberian tambahan bantuan dana bagi KSM Sosial As-Salam untuk modal usaha produktif dan pembangunan jalan pertanian pun pada akhirnya dapat terealisasi, semua itu berkat dukungan dana dari para dermawan sebagai hasil atas hubungan baik/relationship yang dibangun oleh panitia dengan orang-orang/kelompok/lembaga/perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi kepada warga miskin dan kaum dhuafa sehingga terkumpul dana lebih dari 71 juta rupiah. 
Kerasnya tantangan ternyata tidak dapat mengalahkan kuatnya tekad dan komitmen serta sikap untuk memberi, keterbatasan pun ternyata dapat menjadi motivasi untuk berusaha lebih keras dan membangun kebersamaan yang lebih kuat, dan ternyata sikap narsis pun dapat berbuah manis bila digunakan untuk hal-hal yang positif, terbukti walaupun LKM Madani Mekar bukan merupakan LKM terbaik di Kabupaten Majalengka namun sangat percaya diri sehingga Acara Gebyar Sosisal Pelangi Peduli dapat dihadiri serta diapresiasi positif oleh Wakil Gubernur sebagai Ketua TKPKD Propinsi Jawa Barat, dan Asda III, Kepala Dinas BMCK, Camat serta jajaran Muspika Majalengka. 

Dalam acara refleksi panitia setelah selesai penyelenggaraan acara, Ketua Panitia Pelaksana, yang juga sebagai Kepala Dusun Ahad di Desa Kulur, menyampaikan isi hatinya dengan suara tercekat dan terbata-bata karena haru ; “kucuran keringat, pikiran stress, rasa tertekan, rasa didholimi, sedih & marah yang dilalui selama perjalanan persiapan penyelenggaraan acara ini, seakan tidak berbekas sama sekali ketika santunan dapat diberikan kepada warga miskin melalui acara yang kita selenggarakan ini, sekarang saya sadar, walaupun saya tidak dapat membantu warga miskin dengan materi namun saya dapat memberi mereka melalui karya, yang dibangun atas dasar kebersamaan dan kepedulian”. 

.................... How about Us?..................


Sabtu, 29 September 2012

Di Ketinggian Himalaya, Kakak-Beradik Berbagi Istri


Saat Tashi Sangmo berusia 17 tahun, ia menikahi tetangganya yang berusia 14 tahun di sebuah desa terpencil di Nepal. Dan sebagai bagian dari perjanjian, ia juga setuju untuk menikahi adik suaminya itu.

Pada zaman dahulu, anak laki-laki dari setiap keluarga di kawasan Dolpa Atas akan bersamaan menikahi satu perempuan, namun praktik poliandri ini kini sudah mulai menghilang seiring dengan modernisasi zaman.

"Semuanya akan lebih mudah seperti ini karena kami bersama-sama dalam satu keluarga. Tidak terbagi antara istri-istri yang berbeda, dan saya yang memegang kendali," kata Sangmo, yang menggunakan dialek Tibet dan berbicara melalui seorang penerjemah. "Dua bersaudara mencari penghasilan dan sayalah yang menentukan bagaimana uang itu akan digunakan."

Saat Sangmo menikahi Mingmar Lama 14 tahun lalu, adik laki-laki Mingmar, Pasang yang waktu itu berusia 11 tahun, akan terlibat juga dalam pernikahan ini. Praktik poliandri di beberapa desa terisolasi di Nepal sudah berlangsung ratusan tahun. Kini mereka bertiga memiliki tiga anak laki-laki usia delapan, enam, dan empat.

"Saya ingin berbagi ikatan ini dengan adik laki-laki saya karena hidup akan menjadi lebih mudah buat kami berdua," kata Pasang, 25, berbicara di rumah keluarga mereka di desa Simen, 4000 mdpl dan sekitar lima hari berjalan kaki dari kota terdekat.

Orang-orang Dolpa atas adalah bagian dari karavan yang melalui rute antara Nepal dan Tibet. Mereka masih berdagang di rute tersebut, termasuk menuntun yak yang membawa garam dari Tibet dan beras dari dataran selatan Terai. 

Di ketinggian desa seperti itu, tanah subur sangat sedikit jumlahnya dan peternakan pun berukuran kecil.

Namun poliandri mencegah keluarga-keluarga membagi aset, dan persediaan makanan pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk lokal.

Pernikahan biasanya dilakukan melalui perjodohan, keluarga pun memilih istri buat anak laki-laki tertua mereka dan memberi kesempatan adik laki-laki untuk menikahi kakak iparnya kemudian.

Dalam beberapa kasus, para istri juga ikut membantu membesarkan calon suami mereka yang masih muda, dan memasuki hubungan seksual dengan mereka setelah cukup dewasa.

Tak seperti pria-pria lain dalam pernikahan Hindu Nepal yang konservatif, para suami di pernikahan poliandri biasanya membantu tugas-tugas domestik seperti membantu memasak dan merawat anak, sementara para istri mengurusi keuangan.

Poliandri juga menjadi sebuah bentuk pengendalian kelahiran karena ada batas maksimal kehamilan perempuan, terlepas dari berapa jumlah suami yang mereka miliki.

Rumah tangga poliandri juga biasanya tak mengenali suami mana yang menjadi orangtua biologis, anak-anak sama-sama memanggil ayah dan paman mereka sebagai "bapak".

Poliandri menghancurkan banyak tabu seksual barat dan sering membuat heran orang luar, namun penduduk lokal melihat peristiwa ini sebagai sesuatu yang biasa dan menguntungkan.

Shitar Dorje, 30, menikahi suaminya yang berusia 37 tahun Karma, sepuluh tahun lalu.

Adik laki-laki Karma, Pema, masuk dalam pernihan itu beberapa tahun kemudian setelah menyelesaikan sekolah filosofi Buddha.

"Jika kami berada di satu rumah dalam waktu yang sama, maka kakak laki-laki saya yang tidur dengan istri saya," kata Pema, 30.

"Dalam hal ini, tidak ada rasa cemburu. Saya tidak merasa cemburu bahwa saat kakak saya ada di rumah, maka istri kami akan bersama dia. Jika saya cemburu, maka saya akan pergi dan menikahi orang lain," kata Pema.

Hidup di Dolpa Atas sederhana, namun berat.

Sanitasi jarang, dan pelayanan kesehatan modern hampir tidak ada. Setiap hari kaum perempuan harus bekerja memecahkan batu di bukit yang tandus atau memanen tanaman di bawah matahari terik.

Poliandri memungkinkan terjadinya pembagian pekerjaan antara dua saudara laki-laki, satu untuk mengurus hewan ternak, satu untuk membantu istri di ladang, dan satu untuk bergabung dalam karavan dagang.

Banyak yang melihat praktik ini sebagai keberlangsungan hidup, ada faktor keamanan buat para perempuan sehingga ada yang akan menjaga mereka setelah satu suami meninggal.

Menurut badan amal asal Belanda SNV yang memiliki jaringan di daerah tersebut, usia harapan hidup di sana hanya 48 untuk pria dan 46 untuk wanita.

Thajom Gurung, 60, dari desa terpencil Saldang, kehilangan suaminya Choldung akibat kanker 30 tahun lalu. Namun ia menikahi dua kakak laki-laki Thajom dan kini tinggal dengan satu-satunya suami yang masih hidup, Choyocap, 67.

"Saat kami semua tinggal bersama, kami bergantian tidur dengan istri saya -- tidak ada yang khawatir soal itu," kata Choyocap.

Sampai baru-baru ini, isolasi di Dolpa Atas mempertahankan gaya hidup yang sudah menghilang di beberapa tempat lain namun turisme kini menyoroti kawasan yang sudah sempat terlupakan ini.

Di atap-atap rumah batu, di tempat yang dulunya berkibar bendera doa, kini bermunculan parabola satelit. Mereka pun melihat kilasan dari dunia modern dengan imaji romansa yang sangat kontras dengan kehidupan mereka.

Menurut SNV, meski 80 persen rumah tangga melakukan praktik poliandri satu generasi lalu, jumlahnya kini turun hanya 1 banding 5 atau 20 persen, dan akan hilang dalam dua generasi.

Untuk sementara, praktik ini kini terjaga oleh generasi yang pernikahannya adalah tentang pragmatisme dan bertahan hidup di salah satu lingkungan terkeras di dunia.

"Poliandri adalah tentang menjaga keluarga tetap bersatu saat kehidupan menjadi keras," kata Choyocap Gurung. "Dengan banyak saudara laki-laki, rumah tangga menjadi lebih kuat dan anak-anak akan punya kesempatan yang lebih baik di masa depan."


Sumber : Yahoo! News | AFP - 28 September 2012

Rabu, 05 September 2012

Rahasia Masa Iddah, Membuat Seorang Ilmuwan Yahudi Masuk Islam


Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja. 

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Republika.

Selasa, 01 Mei 2012

May Day,,, Hari Buruh,,, Hari Kita...!


Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.
May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja and para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".
Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America". Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.
Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.
Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.
Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei.
Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.
[sunting]Kongres Sosialis Dunia
Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:
Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.
Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.
Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini.
Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Sovyet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein.[2]
Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.
Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.
Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori "membahayakan ketertiban umum". Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Sabtu, 14 April 2012

"Saya Ingin Berurusan dengan Tuhan Secara Langsung !"



Ini merupakan kisah perjalanan seorang gadis Amerika kristen yang akhirnya menemukan Islam dan akhirnya memutuskan untuk masuk Islam, berikut kisahnya:
Saya dibesarkan dalam keluarga beragama Kristen. Pada saat itu, orang Amerika lebih religius dari yang ada sekarang- banyak keluarga Amerika pergi ke gereja setiap hari Minggu. Orangtua saya sendiriterlibat dalam komunitas gereja. Bahkan kami sering mengundang pendeta (imam Protestan) ke rumah. Ibu saya pun mengajar di Sekolah Minggu, dan saya membantunya.
Saya lebih religius dibanding anak lain, meskipun saya tidak begitu ingat pada waktu itu. Hadiah ulang tahun saja, bibi saya memberikan Injil, dan adik saya sebuah boneka. Lain waktu, saya meminta orang tua saya memberi saya sebuah buku doa, dan saya membacanya setiap hari selama bertahun-tahun.
Ketika saya di SMP, saya menghadiri program studi Injil selama dua tahun. Sampai saat ini, saya telah membaca beberapa bagian dari Injil, tetapi tidak memahaminya dengan baik. Sekarang adalah kesempatan saya untuk belajar. Sayangnya, kami pada waktu itu mempelajari banyak bagian dalam Perjanjian Lama dan Baru yang saya temukan susah untuk dijelaskan, bahkan aneh.
Sebagai contoh, Injil mengajarkan ide yang disebut dosa asal, yang berarti bahwa manusia semua lahir dalam keadaan berdosa. Saya memiliki saudara bayi, dan saya tahu bahwa bayi itu tidak berdosa.
Injil memiliki cerita yang sangat aneh dan mengganggu tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Daud, misalnya. Saya tidak mengerti bagaimana nabi bisa berperilaku dengan cara yang Injil katakan tentang apa yang mereka lakukan.
Ada banyak hal lain yang membingungkan saya tentang Injil, tetapi saya tidak mengajukan pertanyaan. Saya takut untuk bertanya, saya ingin dikenal sebagai "gadis yang baik."
Hal yang paling penting adalah gagasan tentang Tritunggal. Saya tidak bisa memahaminya. Bagaimana bisa Tuhan memiliki tiga bagian, salah satunya adalah manusia? Setelah mempelajari mitologi Yunani dan Romawi di sekolah, saya pikir ide Trinitas dan orang suci sangat mirip dengan ide Yunani dan Romawi tentang dewa yang bertanggung jawab atas berbagai aspek kehidupan.
Ada seorang anak laki-laki yang bertanya tentang Trinitas, namun jawaban dari guru kami malah makin membingungkan dan tidak memuaskan. Guru kami, seorang profesor teologi dari University of Michigan justru menyuruhnya untuk berdoa dan meyakini iman kristen.
Ketika saya di SMA, saya diam-diam ingin menjadi biarawati. Saya tertarik dengan pola ibadah yang diatur setiap hari, kehidupan yang sepenuhnya untuk Tuhan, dan berpakaian dengan cara yang menyatakan gaya hidup agama saya. Namun ada hambatan bagi ambisi ini, karena saya bukan Katolik.
Saya tinggal di sebuah kota Midwestern di mana umat Katolik merupakan minoritas yang berbeda dan tidak populer. Pendidikan Protestan saya telah menanamkan dalam diri saya untuk membenci patung-patung religius, dan meyakini sang kudus mati memiliki kemampuan untuk membantu saya.
Di perguruan tinggi, saya terus berpikir dan berdoa. Para siswa sering berbicara dan berdebat tentang agama, dan saya mendengar ide-ide yang berbeda. Seperti Yusuf Islam, saya mempelajari apa yang disebut agama-agama Timur: Buddha, Konghucu, dan Hindu. Namun hal itu tidak membantu.
Saya bertemu seorang pria muslim dari Libya, yang memberitahu saya sedikit tentang Islam dan Alquran. Dia mengatakan kepada saya bahwa Islam agama yang modern, paling up-to-date dalam bentuk agama yang diwahyukan. Karena saya pikir islam dari Afrika dan Timur Tengah sebagai tempat yang terbelakang, saya tidak bisa melihat Islam sebagai agama modern.
Keluarga saya mengajak saudara muslim Libya saya ini ke layanan natal gereja. Layanan ini menurut saya sangat indah, tetapi pada akhirnya, ia bertanya, "Siapa yang mengajarkan prosedur ini? Siapa yang mengajarkanmu kapan harus berdiri dan membungkuk dan berlutut? Siapa yang mengajarimu bagaimana berdoa? Ceritakan pada saya tentang sejarah awal Gereja? Tapi pertanyaannya membuat saya marah pada awalnya, namun kemudian membuat saya berpikir.
Apakah orang-orang yang merancang ibadah benar-benar telah memenuhi syarat untuk melakukannya? Bagaimana mereka mengetahui bahwa bentuk ibadah harus dilakukan? Apakah mereka memiliki instruksi dari ilahi?
Saya tahu bahwa saya dari dulu tidak percaya pada banyak ajaran Kristen, tetapi terus menghadiri acara di gereja. Ketika jemaat membacakan potongan injil saya anggap itu justru menghujat Tuhan, seperti Pengakuan Iman Nicea, saya diam-diam bahkan tidak melafalkannya. Saya merasa seperti alien di gereja, merasa asing.
Pernah ada seseorang perempuan yang sangat dekat dengan saya, ia mengalami masalah perkawinan yang mengerikan, akhirnya pergi ke pendeta gereja untuk meminta saran. Namun apa yang terjadi? Mengambil keuntungan dari rasa sakit teman saya itu, pendeta tersebut justru membawanya ke sebuah motel dan menggodanya.
Sampai saat ini, saya tidak mempertimbangkan dengan cermat peran pendeta dalam kehidupan Kristen. Sekarang saya harus tahu. Sebagian besar orang Kristen percaya bahwa pengampunan datang melalui layanan "Perjamuan Kudus", dan seorang imam ditahbiskan atau pendeta harus melakukan layanan.
Saya pergi ke gereja lagi, dan duduk dan melihat para pendeta di depan. Mereka tidak lebih baik daripada jemaat gereja, bahkan beberapa dari mereka lebih buruk. Bagaimana bisa bahwa manusia, setiap manusia, perlu perantara kepada Tuhan? Mengapa saya tidak bisa berurusan dengan Allah secara langsung, dan menerima absolusi Nya secara langsung?
Segera setelah ini, saya menemukan terjemahan Al-Quran di toko buku, membelinya dan mulai membacanya. Saya membacanya, putus-sambung, selama delapan tahun. Selama ini, saya terus mengkaji agama lain.
Saya tumbuh dan semakin menyadari dan takut akan dosa-dosa saya. Bagaimana saya bisa tahu apakah Tuhan akan mengampuni saya? Saya tidak lagi percaya bahwa model Kristen, cara pengampunan Kristen akan berhasil. Dosa-dosa saya sangat membebani saya, dan saya tidak tahu bagaimana melarikan diri dari beban itu. Saya merindukan pengampunan.
Saya baca di Quran yang artinya:

"Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri."
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad saw.)"
Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?"(Al-Mâ'idah: 82-84)

Saya mulai berharap bahwa Islam memiliki jawabannya. Bagaimana saya bisa mengetahui ini dengan pasti?
Saya melihat umat Islam melakukan shalat di berita TV, dan mengetahui bahwa mereka memiliki cara khusus untuk berdoa. Saya menemukan sebuah buku yang menjelaskan hal tersebut dan saya mencoba melakukannya sendiri (saya tidak tahu apa-apa tentang wudhu, dan tata cara shalat yang benar). Saya shalat seperti itu, diam-diam dan sendirian, selama beberapa tahun.
Akhirnya, sekitar delapan tahun setelah pertama kali membeli Al-Qur'an, saya membaca:

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu."(Al-Mâ'idah:3)

Saya menangis karena gembira, karena saya tahu bahwa Allah telah menulis Al-Qur'an ini untuk saya yang sedang mencari kebenaran. Allah tahu bahwa saya Anne Collins, di Buffalo, NY, AS, akan membaca ayat Al-Quran pada Mei 1986, dan kemudian diselamatkan.
Sekarang, saya tahu bahwa ada banyak hal yang saya harus pelajari, misalnya, bagaimana shalat dengan benar, yang Al-Quran tidak menjelaskannya secara rinci. Masalahnya adalah bahwa saya tidak begitu banyak tahu tentang orang Islam.
Muslim jauh terlihat sedikit di AS pada waktu itu. Saya tidak tahu di mana untuk menemukan mereka. Saya menemukan nomor telepon Islamic Society di buku telepon, dan menelponnya, tapi ketika seorang pria menjawab, saya panik dan menutup telepon. Apa yang harus saya katakan? Bagaimana mereka akan menjawab saya? Apakah mereka akan curiga?
Dalam beberapa bulan selanjutnya, saya menelepon masjid beberapa kali, dan setiap kali diangkat saya panik dan menutup telepon. Akhirnya, saya melakukan hal yang pengecut: Saya menulis surat meminta informasi. Saudara, tolong kirimkan saya pamflet tentang Islam. Saya mengatakan kepada pengurus masjid saya ingin menjadi Muslim, tetapi dia bilang, "Tunggu sampai Anda yakin." Ini mengganggu saya bahwa dia menyuruh saya untuk menunggu, tapi saya tahu dia benar, bahwa saya harus yakin karena begitu saya menerima Islam, akan banyak konsekuensi yang harus saya jalani.
Saya menjadi terobsesi dengan Islam. Saya memikirkannya, siang dan malam. Pada beberapa kesempatan, saya pergi ke masjid (pada waktu itu, masjidnya merupakan sebuah rumah tua) dan berkeliling berkali-kali, berharap melihat seorang muslim, bertanya-tanya bagaimana rasanya berada di dalam masjid.
Akhirnya, suatu hari di awal November 1986, saat saya bekerja di dapur, tiba-tiba saya yakin bahwa saya harus menjadi seorang muslim. Masih dalam kondisi malu, saya mengirim surat ke masjid. Isi suratnya, "Saya percaya kepada Allah yang satu, Allah Yang Sejati, saya percaya bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya, dan saya ingin diperhitungkan di antara para saksi."
Pengurus masjid akhirnya menelepon saya keesokan harinya, dan saya mengucapkan kalimat Syahadat di telepon kepadanya. Dia mengatakan kepada saya kemudian bahwa Allah telah mengampuni semua dosa saya pada saat itu, dan saya saat ini menjadi semurni bayi yang baru lahir.
Saya merasa beban dosa tergelincir dari bahu saya, dan saya menangis. Saya tidur sedikit malam itu, menangis, dan mengulangi nama Allah. Pengampunan telah diberikan kepada saya. Alhamdulillah.(fq/oi)

(http://www.eramuslim.com)

Minggu, 01 April 2012

Asal Usul April Mop


April Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu. Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai "April Mop". Namun di tempat lain seperti Kanada, Perancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. April Mop atau April Fools ini juga kerap diperingati oleh media massa dengan menerbitkan kisah luar biasa yang hanya mengada-ada saja (Hoax April Mop). Istilah April Mop di Berbagai Negara April Mop diserap dalam bahasa Belanda yang berakti Kelakar atau Dogeng. Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal April Fools' Day. Selain itu di Inggris April Mop juga lebih dikenal dengan istilah April Noddie sebutan buat orang-orang yang tertipu. Di Skotlandia April Mop diperingati selama 2 hari yang dinamakan April Gowk, dan pada hari kedua dinamakan Taily Day yang dikhususkan mengarah ke fisik seseorang pada anggota badannya. 
Di Perancis disebut Poissin d'Avril artinya ikan April oleh sebab itu anak-anak biasanya saling mengganggu dengan mengunting gambar ikan dan menempelkannya di belakang punggung temannya sebagai lelucon. Tapi Spanyol merayakan April Mop pada tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes artinya hari anak tak bersalah sampai pemerintahan Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 Desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawaan atau dianggap sebagai lelucon.   Berbagai Teori Mengenai Asal Usul April Mop   Istilah April Mop disinyalir sudah dikenal di Perancis pada abad 16, Sebelum ada penyempurnaan sistem penanggalan seperti yang kita kenal saat ini, tanggal tersebut di anggap sebagai hari pergantian tahun (kata April diserap dari bahasa Belanda Aprire, artinya membuka). 
Padahal Paus Gregory telah memperkenalkan sistem penanggalan baru yang diawali dengan bulan Januari, tetapi sosialisasi tidak mencapai semua kalangan dan bahkan banyak yang tidak percaya ketika diberitahukan perihal tersebut. Sehingga mereka tetap merayakan tahun baru setiap tanggal 1 April. Merekalah yang disebut April Mop, atau orang-orang yang tertipu di bulan April.   Teori lain didasarkan pada penanggalan Romawi yang hanya terdiri dari sepuluh bulan, sehingga Tahun Baru dirayakan pada 1 April. Masyarakat Romawi kuno merayakan dengan pesta karnaval yang disebut Quirinalia. Pada tahun 1564 Raja perancis Karel IX mengadakan perubahan penanggalan dari tanggal Romawi menjadi tanggal Anno Domini seperti yang kita pakai sekarang pada Tahun Baru diadakan dan dirayakan tanggal 1 Januari. Namun karena informasi saat itu kurang jelas jadi merayakan Tahun baru pada tanggal 1 April, karena kesalahan itulah makanya jadi bahan tertawaan, mulai dari situlah timbul istilah maupun kebiasaan April Mop yang dilakukan pada tanggal 1 April.   Ada Teori lain yang dimuat di Washington Post mengatakan bahwa tradisi ini dimulai pada jaman Romawi Kuno. Saat itu ada perayaan kepada dewi Ceres, Dewi Panen. Konon putri sang Dewi diculik oleh Pluto, dewa dunia gaib. Ceres diceritakan mengikuti gema suara teriakan anaknya, hal yang mustahil, sebab gema sangat sulit dicari sumber asalnya. 
Sehingga Ceres dikatakan melaksanakan A Fools Errand atau tugas orang bodoh. Para agamais di Eropa menilai asal muasal April Mop merupakan tanggal lahir dan kematian Judas Iskariot yang menghianati Yesus, gurunya. Yudas identik dengan Iblis yang suka berdusta. Bahkan ada yang menganggap April Mop berasal dari hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, para tentara salib merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka. Peristiwa Nyata pada Hari April Mop Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya sering meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April. Berikut adalah contoh peristiwa nyata yang terjadi pada tanggal 1 April yang awalnya dianggap sebagai lelucon. Pada 1 April 1946, gempa bumi dan tsunami di Pulau Aleutian membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan Tsunami April Mop, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut. 


Pada tahun 1979, Iran menyatakan bahwa 1 April merupakan Hari Republik. Kabar ini dianggap sebagai lelucon hingga tiga puluh tahun kemudian. Pada tanggal 1 April 1984, penyanyi Marvin Gaye ditembak dan dibunuh oleh ayahnya. Awalnya, orang beranggapan bahwa itu adalah berita palsu atau hoax, terutama mengingat aspek aneh ayah menjadi seorang pembunuh. Merger Square dan perusahaan saingannya, Enix, terjadi pada 1 April 2003, dan pada awalnya dianggap sebagai lelucon.  Peluncuran Gmail pada April 2004 oleh Google juga awalnya dianggap lelucon, karena Google memang terkenal sering memasang lelucon April Mop pada situs mereka. Link artikel ini: http://www.berbagaihal.com/2011/04/berbagai-hal-tentang-april-mop.html

Sumber : http://www.berbagaihal.com/2011/04/berbagai-hal-tentang-april-mop.html